Oleh :
Welmince Turwewy
(Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas
Pattimura)
73 Tahun yang lalu,
pendiri negeri ini berdiri memanfaatkan peluang dalam setiap kesempatan untuk
menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang merdeka di negeri yang bernama
Indonesia. Tak memiliki uang yang
banyak, tak memiliki kelengkapan senjata yang baik, mereka hanya bermodalkan
rasa berani & pantang menyerah yang akhirnya membuahkan kemerdekaan.
Kemerdekaan
sampai sekarang dinikmati oleh penghuni Bumi Pertiwi ini. Kemerdekaan yang
berarti kita berdiri sendiri, memiliki identitas sendiri serta berkesempatan
untuk setara dengan bangsa-bangsa dimuka bumi ini.
Tak
sedikit harta benda, jiwa & raga yang dikorbankan untuk mencapai
kemerdekaan itu namun, kemerdekaan bukanlah tujuan akhir dari perjuangan para
pendahulu kita, sebaliknya kemerdekaan adalah awal, kemerdekaan adalah gerbang,
yang didalamnya ada tanggung jawab yang harus dilaksanakan, ada cita-cita yang
harus diraih.
Para
leluhur kita tak sempat melaksanakan tanggung jawab itu& tak sempat meraih
cita-cita itu, sehingga mereka memberikan mandat kepada kita generasi penerus
bangsa ini untuk meneruskan cita-cita itu. Generasi penerus dalam hal ini
adalah kita pemuda Indonesia. Tak mungkin kita mengharapkan orang-orang yang
sudah tua, sebab mereka kelak akan tiada & kitalah yang harus berkarya untuk
negeri ini.
Sang
Proklamator Ir. Soekarno berkata bahwa “beri aku 1.000 orang tua niscaya Semeru
akan kucabut akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”
kutipan luar biasa yang membuktikan bagaimana peran pemuda dalam suatu negara.
Negara yang hebat ialah negara yang memiliki pemuda-pemudi hebat.
Yang
menjadi pertanyaan sebagai pemuda, apakah kita sudah menjalankan mandat agung
itu? Apakah kita sudah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang membangun?
memang banyak sekali pemuda yang rela berkorban demi negara ini, namun tak
sedikit pula pemuda yang tidak peduli dengan negara ini. Apakah kita akan
mengisi kemerdekaan ini dengan kebiasaan buruk kita? apakah kita akan mengisi
kemerdekaan ini dengan minuman keras, narkoba, seks bebas serta pertikaian?
Wahai
pemuda-pemudi, andai saja para pejuang bangsa ini masih hidup, saya yakin
mereka akan menangisi negeri ini, menyesali apa yang telah mereka korbankan.
karena kehidupan bangsa yang katanya berdasar atas pancasila tidak hidup
berpedoman pada nilai-nilai Pancasila. Pancasila kini hanya menjadi patung tak
bernyawa dalam tubuh pemerintahan.
Perpecahan
antar golongan terjadi dimana-mana, kesatuan negara ini sudah sangat
disepelehkan. Untuk itu sebagai pemuda,
kita harus menjadi “agen perubahan” yang mampu membuat perubahan kongkrit untuk Indonesia yang lebih baik.
Generasi
penerus, janganlah hanya pandai berkata bahwa “Aku Cinta Indonesia” tetapi
usahakanlah agar kecintaanmu itu dapat dibuktikan dengan karyamu untuk
Indonesia. Perjuangan kita masih sangat panjang untuk itu, galihlah terus
potensi dirimu, keluarkanlah segala kemampuanmu untuk meneruskan cita-cita
luhur bangsa ini.
Buktikanlah pada dunia bahwa walaupun dalam usia
yang sangat kecil untuk ukuran suatu negara namun Indonesia bisa karena punya
pemuda yang cerdas & bermoral.***
Salam
Perjuangan
MERDEKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar