Rabu, 07 November 2018

POLITIK DINASTI MENGEBIRI DEMOKRASI

Susi S. Warahuwena
(Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pattimura)
 
Sumber Gambar :
https://www.dictio.id/t/apa-itu-politik-dinasti/11050

Politik dinasti jelas bertantangan dengan budaya demokrasi yang sedang tumbuh di negeri kita dan akan mengebiri demokrasi kita. Sebab, politik dinasti pasti mengabaikan kopersi dan rekam jejak.***

POLITIK dinasti belakang ini terus ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat di jawa barat dan terkhususnya kab cianjur. Selain di dasari oleh lahirnya regulasi di pilkada yang memberikan batasan kepada anak, saudara dan istri kepala daerah untuk berkompetisi di pilkada. Proses gugatan para putra dan keluarga kepala daerah terkait pasal dinasti yang saat masih berproses di Mahkamah Konstitusi, terus menjadi pembahasaan soal dinasti politik. Selalu menarik untuk menjadi pembahasaan. Praktik politik dinasti sepanjang era reformasi benar- benar menggejala. Untuk kali kesekian publik disuguhi praktik dinasti.

Politik dinasti dapat diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik. Yang dijelaskan oleh sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga. Dinasti politik lebih indentik dengan kerajaan. Sebab kekuasaan akan di wariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak. Agar kekuasaan akan tetap berada di lingkaran keluarga. Apa yang terjadi seandainya negara atau daerah menggunakan politik dinasti?

Politik kekerabatan itu sebagai gejala neoptrimonialistik. Benihnya sudah berakar secara tradisional. Yakni berupa sistem patrimonial, yang mengutamakan regenerasi politik beradasarkan ikatan genealogis, ketimbang merit system, dalam penimbangan prestasi. Menurutnya, kini neopatrimonial, karna ada unsur patrimonial. Lama, tapi dengan strategi baru " dulu pewarisan di tunjukan langsung, sekarang lewat jalur prosedural." Anak atau para keluarga elite masuk institusi yang di siapkan, yaitu partai politik.

Oleh karena itu, patrimonialistik ini terselubung oleh jalur prosedural. Dinasti politik harus dilarang dengan tegas, karena jika masih maraknya praktik ini di berbagai pilkada dan pemilu legislatif, maka proses rekrutmen dan kaderisasi di partai politik tidak berjalan atau macet jika kuasa para dinasti di sejumlah daerah bertambah besar, maka kian marak korupsi sumber daya alamdan lingkungan. Sumber-sumber pendapatan daerah serta pengyalah gunaan APBD dan APBN.

Hal-hal yang mengakibatkan munculnya dinasti politik seperti adanya keinginan dalam diri atau keluarga untu memegang kekuasaan, adanya kelompok terorganisir karena kesepakatan dan kebersamaan dalam kelompok sehingga terbentuklah penguasa kelompik dan pengikut kelompok, adanya kolaborasi antara penguasa dan pengusaha untuk mengabungkan kekuatan modal dan kekuatan politisi, dan adanya pembagian tugas antara kekuasaan politik dengan kekuasaan modal sehingga mengakibatkan KORUPSI akibat dari politik dinasti ini maka banyak pemimpin lokal menjadi politisi yang mempunyai pengaruh.sehingga semua keluarga termaksud anak dan istri berbondong-bondong untuk dapat terlibat dalam sistem pemerintahan

Dengan politik dinasti membuat orang yang tidak kompoten memiliki kekuasan. Tapi hal sebaliknya pun bisa terjadi, demokrasi menjadikab warga negara berpartisipasi baik secara langsung atau melalui perwakilan dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan praktik kebebasan politik secara bebas dan setara.

Kata ini berasal dari bahasa Yunani. Demokratia" kekuasaan rakyat" yang terbentuk dari demos" rakyat" dan kratos " kekuatan " atau " kekuasaan pada abat ke 5 SM untuk menyebut sistem politik negara atau kota Yunani Aristocratie " kekuasaan elite". Secara teoritis, ke dua defenisi tersebut saling bertantangan, namun kenyataan sudah tidak jelas lagi. Pada umumnya pengertian demokrasi adalah suatu format pemerintahan yang mana masih warga negara memiliki hak yang seimbang dan setara terkait penentuan dan pemelihan sebuah keputusan yang nantinya akang membawa dampak pada kehidupan warga negara.

Pengertian demokrasi pula dapat di maknai sebagai bentuk kekuasaan paling tinggi yang ada di tanggan rakyat. Mengenai demokrasi warga negara boleh ikut mengambil bagian dengan langsung maupun pula lewat perwakilan terkait melaksanakan perumusan, perkembanggan dan penyeluran hukum.

Maka dari itu dinasti politik bukanlah sistem yang tepat untuk di terapkan di negara kita indonesia, sebab negara indonesia bukanlah negara dengan sistem pemerintahan menarik yang memilih pemimpin berdasarkan garis keturunan. Dinasti politik berpitesi kuat menyuburkan budaya koroptif. Tapi pencegahan dinasti politik dengan membuat aturan hukum yang dibuat oleh Mahkama konstitusi, juga dengan kerja kerja politikul menegah suburnya dinasti tersebut.

Politik dinasti jelas bertantangan dengan budaya demokrasi yang sedang tumbuh di negeri kita dan akan mengebiri demokrasi kita. Sebab, politik dinasti pasti mengabaikan kopersi dan rekan jejak. Bahkan bolitik dinasti bisa mengebiri peran masyarakat dalam menentukan pimpinan yang menyedihkan, politik dinasti sengaja dibingkai dalam konteks demokrasi. dalam alam demokrasi prosedural sekarang masyarakat diberi peran.

Tapi jika diamati secara saksama jelas sekali masyarakat tidak memiliki kebebasan menentukan pilihan. Hanya semua calon anggota legislatif dan calom kepala daerah, dan calon pejabat publik. Yang dijadikan telah di skenario pemanangnya harus orang orang yang memiliki hubanggan kekerabatan elite penguasa. jika tidak memiliki hubungan kekeluargaan, calon yang dimenangkan atau mereka yang memberikan uang sebagai mahar jabatan. dan lingkungan, sumber sumber pendapatan daerah serta penyalagunaan dalam perspektif Ibn khaldun (1332-1406), politik dinasti dinamakan ashabiya (group teeeling). Ibn khaldun dalam the muguddimah an interoduction tohistory (1998) menyebut politik asbabiyah sebagai gejala yang berikat alamaia. sebab, umumnya penguasa inggin merokrut orang yang memiliki hubunggan kekerabatan sebagai bawahannya.

Namanya Ibn khaldun mengigatkan bahaya politik ashabiaya. dengan tugas ibn khaldun menyatakan bawah politik ashabiya pada saatnya bisa mengakibatkan kehancuran negara dalam konteks budaya morern, pratik politik ashabiya juga menjadi persialan serius, apabila lagi jika politik ashabiya dijalankan dalam suasana demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang. karena pratik politik dinasti sangat berbahaya pemerinta yang tegas.

Model itu membuat regulasi sejahtinya sudah ada. misalnya, larangan terhadap seseorang menjadi kepala daerah lebih dari dua periode. sayang, peraturan itu disiasati beberapa kepala daerah yang tidak boleh mencalonkan diri karna sudah menjadi dua periode. caranya, mencalonkan orang orang yang memiliki hubunggan kekerabatan dengan dirinya.

Cara lain mencalonkan orang orang yang bisa menjadi keamanan dirinya dari kasus hukum setelah tidak lagi berkuasa bermulah dari budaya politik kekerabatan itulah, praktik politik dinasti semakin mengurita, ideal batasan maksimal dua periode juga berlaku untuk jabatan di legislatif. Hal tersebut penting supaya publik tidak disuguhi calek 4L (lu lagi, lu lagi).

Karena itu,  pemerintah harus merancang regulasi tentang bahaya tidaknya kerabat dekat maju sebagai pejabat eksekutif dan legislatif, peraturan itu penting untuk meminimalkan oleh budaya politik dinasti.***

MAKNA KEJUJURAN DALAM DEMOKRASI

Margaretha Letwory
(Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pattimura)
Sumber Gambar :
http://www.yuksinau.id/pengertian-demokrasi/

Mari kita duduk berpikir, berdialog, dan mengambil keputusan bersama untuk menuju kepada satu tujuan bersama yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang menjadi tujuan dan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai Pancasila dan UUD 1945
.***

DEMOKRASI di Indonesia sudah berjalan cukup baik sesuai dengan arti demokrasi itu sendiri yaitu kebebsan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Walaupun sering membungungkan bagi warga awam karena sering terdapat kakurangan-kekurangan tetapi sudah bisa diminimalisir tetapi masih tetap saja ada kekurang-kekurangan tcontohnya untuk menentukan pemilih banyak yang tidak terdaftar dan cara untuk mengatasi masalah seperti ini adalah degan cara memperbaiki tahap pembelajaran dan sistemnya agar demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sudah ada.

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi pelaksanaannya agar keadilan dapat ditegakan dan rakyat tidak kerugian. Kenyataan yang terjadi di demokrasi belum berjalan dengan baik dan lancar karena sering terjadi pelangaran-pelangaran misalnya adanya laporan kecurangan yang dilakukan partai politik tertentu saat penmungutan, perhitungan atau perhitungan suara dalam suatu pemilihan banyak warga di Indonesia tidak menyalurkan hak suara dalam suatu pemilihan, banyak warga di Indonesia tidak menyalurkan hak suara, masih terjadi politik uang dan lain-lain sehingga masyarakat tidak memilih dengan hati nurani tanpa paksaan.

Kalau demokrasi memilih arti yang rakyat berkuasa seperti demokrasi bermakna sebagai penyaluran aspirasi rakyat untuk berperan serta dalam menentukan pilihan. Berkaitan dengan tahun politik saat ini sudah mulai bermunculan strategi-strategi politik yang berupaya untuk menarik simpatik masyarakat degan cara dan starategi sendiri-sendiri smpai degan cara-cara yang sebenarnya tidak boleh dilakukan pun karena terpaksa serumpaet yang dapat merusak tatanan demokrasi Tanah Air, sudah tahu kalau itu salah karena jelas-jelas itu berita hoaks, mengapa ada yang mau membelanya?

Apa yang dialkukan oleh Ratna Sarumpaet nyata-nyata meresahkan masyarakat karena dapat memecah-bela persatuan dan kesatuan yang ada, terlebih dalam situasi tahun politik menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden saat ini seperti diketahui sebelumya ratna diduga mengalami penganiyaan fisik oleh orang yang tak dikenal lewat foto yang beredar, Ratna Sarumpaet mengalami luka para diseluru wajah.

Selain itu ratna mendapat ancaman dari si-penganiaya, namun belakangan muncul kabar hal tersebut hanya berita hoax belaka karena ratna diduga melakukan operasi pelastik dan ratna sendirisudah melakukan pengakuan kepada publik bahwa memamang iya melakukan operasi plastik bina estetika pada tangal 21 September 2018.

Ratna adalah tim sukses dari salah satu kandidat calon Presiden dan Wapres, sihingga membuat para elit politik maupun partai-partai politik mulai menfsirkan situasi yang terjadi menurut pikiran-pikiran mereka dan yang terjadi adalah saling menudu, mengadu argumentasi, melapor kepada pihak yang berwajib dan berujung pada ratna ditahan oleh pihak yang berwajib.

Politik demokrasi ala Ratna betul-betul menurunkan derajat demokrasi itu sendiri yang tidak menghargai akal sehatdan kejujuran sehingga berita hoaks ini dapat merugikan banyak pihak kasus Ratna Sarumpaet akan menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam berfikir, berhati-hati dalam bertindak untuk menyelesaikan kasus seperti ini maka kita harus dapat melakukan melalui demokrasi.

Karena negara kita adalah negara demokrasi dimana segala permasalahan dalam persatuan perlu diselesaikan secara demokrasi karena demokrasi adalah dari kita oleh kita dan untuk kita untuk kasus Ratna Sarumpaet mari kita duduk bersama berfikir bersama berdialok bersama dan mengambil keputusan bersama untuk menuju kepada satu tujuan bersama yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur yang menjadi tujuan dan cita-cita Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.


Mari kita berusaha untuk memperbaiki sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia, harus ada usaha dari warga negara, adanya niat untuk memahami nila-nilai demokrasi, mau mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari dengan jujur, mempunyai rasa takut kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan ketika kita sadar diri akan pentingnya arti demokrasi ini maka kita akan terhindar dari kehancuran degan demikian maka kesejahteraan yang dicita-citakan pasti akan tercapai.***

DEMOKRASI YANG CACAT

Sarah Wulan Safitri Muin
(Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pattimura)
 Sumber Gambar :
http://blogpengertian.com/pengertian-demokrasi/

Sosial media yang berkembang saat inipun tidak menjadikan rakyat menyalurkan aspirasi. Sosial media hanya sebatas mengawasi roda pemerintahan. Selain itu, hanya menambahkan permasalahan demokrasi selanjutnya mengenai sistem pemilu yang sempurna untuk mengakomodir aspirasi rakyat.***

DUA puluh tahun setelah kejatuhan Presiden Soeharto pada tahun 1998, Indonesia mengalami apa yag disebut jaman reformasi, dimana negara menjalani sistem demokrasi. Namun di tengah suasana demokrasi dan keadaan yang lebih baik dari masa di bawah kepemimpinan Soehartao selama lebih dari 30 tahun, yang ada sekarang adalah demokrasi  yang cacat. Oleh karena itu, generasi muda Indonesia diminta untuk tidak berpuas diri melihat keadaan dan harus berusaha diwujudkan Indonesia yang berkeadilan, sejahtra tnpa diskriminasi dan juga menghilangkan sifat intoleran.

Sejak kemerdekaan di proklamasikan, Indonesia telah menganut sistem demokrasi. Namun sistem ini sudah cacat sejak lahir hal itu diungkap J. Kristiadi, Peneliti Senior Center for strategic of internasional studies (CSIS) Saat berbicara dalam diskusi “potensi kekerasan dan kecurangan dalam pemilu 2014” yang di gelar institute demokrasi di CafĂ©, Grato, Cikini, Jakarta pusat.

Kristiadi menjelaskan, cacatnya sistem demokrasi di Indonesia karena tidak ada jaminan orang-orang yang dipilih dapat mewakili ratusan juta rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan. Sosial media yang berkembang saat inipun tidak menjadikan rakyat menyalurkan aspiresnya. Sosial media menurut kristiadi hanya sebatas mengawasi roda pemerintahan. Selain itu dia menambahkan permasalahan demokrasi selanjutnya mengenai sistem pemilu yang sempurna untuk mengakomodir aspirasi rakyat.

Bagaimana saat ini masih rumitnya mewakli wakil rakyat karena belum ada sistem pemilu yang sempurna? menurut Gunawan, UUD 1945 tidak melarang kerabat untuk mencalonkan diri dalam pilkada atau pemilu sebab setiap orang memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih. Namun disebutkan pula pembatasan untuk menjamin hak dan kebebasan orang lain berdasarkan keadilan dan norma-norma lain seperti tercantum dalam pasal 28 (2).

Di Amerika maupun Inggris dan negara barat lainnya demokrasi telah menjadi objek telaah. Demokrasi sering kali dikatakan sedang meluncur menuju sistem oligarki (bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya di pegang oleh segelintir kelompok elit kecil). Bahkan, ada yang menyatakan bahwa demokrasi sedang bermetamorfosis menjadi otokrasi (suatu bentuk pemerintahan yang kekuasaan politiknya di pegang oleh satu orang).

Uang dan kekuatannya sering menjadikan proses pemilihan umum menjadi tidak fair. Afiliasi kekuatan militer dan industri menjadi sangat digdaya, terlebih setelah mengadopsi semboyan “perang melawan terorisme”. Lobi dan korupsi mencmari berbagai proses pemerintahan singkat kata,demokrasi tengah berada pada kondisi yang tidak baik alias sakit (Simon Jenkins, mantan editor The Times Guardian, 8 april 2010).

Analisa Simon Jenkins diatas memberikan gambaran jelas tentang cacat demokrasi. Selain prosesnya tidak fair, mekanisme dan hasilnyapun tak jarang menimbulkan petaka. Namun sayangnya kehebatan media dan “marketing” demokrasi yang dimiliki tangan-tangan tersembunyi, membuat demorasi seolah batu karang gagah yang tak tergoyahkan.

Disisi lain, pelaku-pelaku politik yang sudah jauh tenggelam dalam dahaga duniawi dan kekuasaan semakin anyak bermunculan. Individu hasil didikan tangan-tangan inilah yang akan dijadikan boneka dana tau wayang. Inilah cacat bawaan dan sisi gelap demokrasi yang sudah banyak memakankorban. Pelan tapi pasti, dunia saat ini sedang berjalan kearah proses destruktif massal. Satu per satu negara teracuni. Satu persatu pula negara-negara tersebut dikuasai secara kasat mata melalui tangan-tangan tersembunyi lewat mekanisme pemilu dalam sistem demokrasi.

Mari kita benahi sistem yang sudah terlanur rusak ini. Tidak ada kata terlambat. Sesungguhnya pertolongan TUHAN amat dekat. Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Bukan saatnya lagi berbantah dalam urusan yang tidak esensial. Toleransi dan kerjasama sambil bersinergi.***

MEREKA TERLIHAT SAMA KETIKA KORUPSI DIANUT DALAM POLITIK

Fadila Parman
(Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pattimura)
Sumber Gambar :
https://bitungnews.com/2015/07/25/pilkada-dan-korupsi-politik/
Gambaran dalam suatu negara dapat terlihat dari permainan politik yang terjadi, sebab politik merupakan proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.
LANTAS bagaimana perpolitikan yang terjadi di Indonesia saat ini, desas desus yang terjadi saat ini dalam negara Indonesia sangat miris karena membuat banyak masyarakat menjadi sulit dalam membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat.

Kekuasaan yang diperoleh dalam negara melalui politik, membuat manusia seakan racuh untuk mencapai kepentingan, hal yang racuh itu tidak menutup kemungkinan membuat orang masuk dalam lingkaran hitam. Sebab untuk mempertahankan kekuasaan atau kedudukan yang telah di dapat kerap kali mereka memainkan sebuah drama Turki, tidak lain drama yang mereka mainkan yaitu berisikan permainan suap menyuap atau korupsi. Sehingga orang dengan mudah berfikir bahwa cara yang paling mudah dalam memperoleh kekayaan adalah melalui dunia politik.

Korupsi merupakan suatu permasalahan yang tiada habisnya apa lagi di negara Indonesia ini, sehingga membuat Indonesia masuk dalam peringkat 90 dari 176 negara dengan skor 37 terkorup Berdasarkan data indeks persepsi korupsi 2016 yang dilansir Transparency International. Hal ini menandakan bahwa negara Indonesia akan sulit berubah untuk menjadi negara yang maju,karena Indonesia dikuasai oleh para pemegang kekuasaan koruptor. Permainan yang mereka mainkan itu membuat mereka terlihat lihai dalam pandangan masyarakat biasa yang seakan fakum dalam hal kenegaraan.

Dalam suatu wacana yang bersumber dari belapendidikan.com dia menuturkan bahwa’’ hubungan politik dan korupsi merupakan sahabat yang bisa berubah menjadi hubungan dan yang bisa berubah menjadi musuh’’ kenapa dia mengatakan hal demikian sebab menurut dia bahwa sahabat yang dimaksudkan dalam hubungan politik dengan korupsi ialah korupsi itu sangat penting untuk melanggengkan kekuasaan, ketika seorang penguasa merasa bahwa tidak cukup untuk mempertahankan tampuk kepemimpinan dengan cara yang bersih maka cara kotor pun mulai di tempuh. Lalu kapan korupsi menjadi musuh politik? korupsi bisa juga berbentuk kerja yang sistematik karena melibatkan banyak orang.

Beranjak dari wacana itu, praktek yang terjadi pada negara Indonesia yang menganut sistem ideologi pancasila seolah-olah  dinodahi oleh orang–orang koruptor. Tak heran jika pakaian yang termahal di Indonesia adalah pakaian tahanan KPK, untuk bisa mengenakan pakaian tahanan KPK saja mereka harus berlomba–lomba dalam memakan uang milik negara atau milik masyarakat. Entah apa yang indah dari melakukan korupsi itu, apakah uang yang mereka dapatkan dari gaji mereka tidak cukup? permasalahan yang mudah sekali kita jumpai yaitu dalam hal pembangunan, bukan menjadi rahasia lagi untuk ditutup–tutupi.

Jika melihat pembangunan pada era sekarang ini sangatlah pesat membuat orang-orang entah yang berada dalam lembaga yang tertinggi sampai yang terendah kerap kali memainkan permainan yang begitu kotor, yaitu pengisian dana yang di berikan negara dalam pembagunan dalam saku atau kantung orang–orang yang terorganisir dalam pekerjaan pembangunan.

Sehingga hasil yang didapatkan oleh masyarakat tidak sesuai dengan apa yang di janjikan oleh pemerintah, alhasil bahan–bahan yang digunakan terhadap pembangunan dikurang–kurangi agar mereka mendapatkan keuntungan, yang bukan lagi mengutamakan kelayakan yang akan dirasakan oleh masyarakat.

Malah praktek korupsi sangat bertentang dengan nilai–nilai yang ada dalam ideologi negara Indonesia yaitu pancasila, kegiatan korupsi tidak akan pernah membawa dampak yang baik bagi kehidupan penyelenggaraan pemerintahan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Bahkan nilai–nilai yang ada dalam Pancasila tidak dapat lagi berfungsi untuk mencerdaskan para koruptor, hal ini lah kenapa negara harus meningkatkan sumber daya manusia terhadap para koruptor.

Korupsi bukanlah suatu budaya yang teradopsi dalam kehidupan politik, sehingga masyarakat harus lebih jeli dalam memilih pemimpin yang akan memimpin kehidupan kenegaraan, bukan serta merta memilih sembarangan. Lebih tepatnya pemerintah harus lebih meningkatkan hukum terhadap pelaku–pelaku korupsi agar dapat terciptanya keadilan oleh semua masyarakat, dampak yang sangat buruk terjadi dari budaya korupsi dalam politik ialah tercapnya semua pelaku politik itu sama.

Sabtu, 13 Oktober 2018

MENGAKTIFKAN AKAL SEHAT: Jangan Muda Menghakimi Agama Lain


INDONESIA BUKAN NEGARA AGAMA TAPI NEGARA BERAGAMA
-GUS DUR

Kalimat pendek yang mengandung makna sangat mendalam dari Presiden ke-4 RI ini sengaja saya pinjam demi mengobati rasa prihatin ketika saya melihat seseorang secara riuh menolak kebenaran sebuah kitab suci atau agama di sebuah program TV.

Perlu saya beritahu bahwa, sebagai warga negara yang baik dan cerdas (smart and good citizen) harus belajar dengan benar dan matang terlebih dahulu tentang ajaran agama yang telah dianut untuk menambah "kekuatan isi kepala" sebelum memberikan komentar tentang kebenaran sebuah kitab suci atau agama pada ruang publik.

Beberapa hal pokok mendasari rasa prihatin saya :
1.   Orang lain akan merasa sakit hati, jika kita menyatakan salah pada kitab suci atau agama yang telah diyakini sebagai sesuatu yang benar. Adapun dalil yang dapat saya kemukakan bahwa: "Jika kita berbicara dengan orang lain tentang kebenaran sebuah kitab suci atau agama, maka janganlah sama-sama berdiri pada dunia yang subjektif melainkan beralih ke dunia yang objektif".
2. Kita harus memberikan penafsiran yang wajar, karena kitab suci dan agama merupakan landasan iman/kepercayaan seseorang, sehingga ia niscaya akan membenarkannya. Teori Kebenaran Religius menyatakan bahwa: "Kebenaran tidak cukup hanya diukur dengan rasion dan kemauan individu. Kebenaran bersifat objektif, universal, berlaku bagi seluruh umat manusia, karena kebenaran ini secara antalogis dan oxiologis bersumber dari Tuhan yang disampaikan melalui wahyu".
3. Ruang publik merupakan ranah yang mampu mencetuskan pembelajaran pada siapapun. Melalui TV seseorang dapat mengetahui berbagai perkembangan serta dapat mempengaruhi masyarakat melalui tayangan-tayangannya, sehingga mengemukakan pendapat di sebuah program TV harus menghindari kalimat yang men-judge seperti kitab suci atau agama lain adalah salah, melainkan menggunakan pilihan kalimat yang besifat deskripsif, sehingga pendapat kita dinilai orang lain lebih wajar.
4.Kita tidak boleh men-judge suatu agama itu salah hanya karena tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya, tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena ajaran moral yang diajarkannya bejat dan jahat.
5.Setiap orang memaknai ajaran dalam kitab suci atau agama itu berbeda. Hakekat perbedaan adalah sudut pandang (point of view), maka saat kita menyatakan bahwa kitab suci atau agama yang kita yakin benar dan mempersalahkan yang lain, hanya akan menimbulkan polemik.
6. Kita tidak boleh menyalahkan kebenaran sebuah kitab suci atau agama lain demi membenarkan agama yang kita anut.

Jumat, 14 September 2018

10 Tips Untuk Kamu Dosen Muda Minim Pengalaman



Sejak Dikti mengeluarkan peraturan baru tentang kuota antara mahasiswa dan dosen tetap perguruan tinggi di Indonesia, membuat beberapa lowongan untuk menjadi dosen terbuka lebar. Kamu mungkin salah satu yang tertarik dengan lowongan menjadi dosen muda.

Bagi yang baru daftar menjadi dosen muda atau sekarang tengah merintis menjadi dosen tetap, penting buat kamu tahu langkah-langkah untuk menjadi dosen yang baik.
Lalu apa saja persiapan yang bisa kamu lakukan, inilah 10 tips yang semoga bisa membantumu.

1.  Kesan pertama sangat penting. Kamu perlu memikat perhatian mahasiswa saat awal perkuliahan.

Dalam pelatihan guru-guru yang biasanya diajarkan konsep plenary atau lebih dikenal dengan nama starter. Konsep ini menjelaskan tentang bagaimana memulai perkuliahan dengan singkat dan menarik.

Lakukan pengenalan kurang lebih 5 menit di awal. Gunakan untuk bersapa sederhana atau menjelaskan garis besar materi yang akan diterangkan. Kamu bisa mulai dengan semangat dan antusias, atau dengan pertanyaan yang bisa menarik perhatian mahasiswa.

2.  Rencana materi yang matang akan membuatmu lebih terorganisir.

Jangan masuk ke ruang kuliah tanpa menyiapkan apapun. Sebelumnya, buatlah list atau ringkasan materi yang akan disampaikan. Kamu bisa menggunakan alat bantu visual untuk menyampaikan materi, seperti PowerPoint.

Mempersiapkan materi juga tidak sembarangan, kamu harus memastikan materi kuliah tersaji secara jelas dan logis. Jangan menggunakan banyak singkatan yang susah dimengerti, nantinya akan membuat mahasiswa tidak peduli dengan materi yang kamu sampaikan.

3.  Gaya presentasi penting untuk kamu asah terus.

Inilah yang sering diabaikan oleh dosen pemula. Memvariasikan intonasi suara, menjaga kontrol kecepatan bicara dan gerakan tubuh. Jika kamu memberikan kuliah dengan suara monoton, maka mahasiswa akan cepat bosan dan mengantuk.

Menjaga kontak mata dengan mengarahkan pandangan ke seluruh mahasiswa di dalam kelas. Menekan beberapa nada bicara untuk poin materi yang penting. Atau kamu bisa bergerak atau berjalan mendekati mahasiswa, daripada hanya duduk atau menyenderkan badan ke meja.

Kamu juga bisa lakukan percakapan santai dengan mahasiswa untuk membuat ketertarikan jika sudah lebih dari 30 menit berlalu. Kalau kamu suka bercerita, maka bisa tambahkan humor di dalamnya. Karena mahasiswa termotivasi saat belajar dengan bersenang-senang.

4.  Adopsi strategi “student centered learning” untuk para dosen muda.

Strategi yang menekankan bahwa pusat pembelajaran atau perkuliahan kepada mahasiswa. Kamu perlu berpikir kebutuhan belajar mahasiswa, sehingga mereka akan lebih aktif dan berkontribusi saat perkuliahan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:
Diskusi kelompok di luar ruangan.
Menonton video atau gambar.
Menggunakan model atau menghadirkan tokoh yang berkaitan.

5.  Memberikan waktu untuk mahasiswa bertanya.

Meminta atau mendorong untuk bertanya juga menjadi salah satu cara untuk menjaga interaksi dosen dengan mahasiswanya. Waktunya bisa dipilih, bisa di awal atau di pertengahan sesi materi.

Hal ini dilakukan tidak lain untuk membantu dosen untuk menilai pemahaman mahasiswa, memperjelas materi kuliah dan mempertahankan perhatian mahasiswa. Apalagi saat materi yang disampaikan panjang dan kompleks.

6.  Kamu tidak perlu ragu untuk melakukan perubahan.

Memang akan lebih nyaman jika kamu menggunakan gaya yang sama selama memberikan kuliah. Tetapi, kebiasaan tersebut akan membuatmu tidak berkembang, apalagi kamu akan menjadi dosen yang cukup lama.

Cobalah strategi dan gaya baru untuk dosen muda. Kembangkan cara penyampaian materi kuliah, lebih bervariasi dan tentu saja dinikmati mahasiswa. Perubahan ini tidak hanya untuk kepentingan mahasiswa saja tetapi juga untuk dirimu sendiri.

7.  Kuliah yang interaktif.

Mendorong mahasiswa untuk ikut berpartisipasi saat perkuliahan memang tidak mudah. Sehingga, perlu benyak ide dan kreatifitas bagi dosen untuk menemukan solusinya. Diantaranya, strategi “think, pair and share”.

Strategi itu dimulai dengan memberikan mahasiswa topik atau kasus yang akan didiskusikan berpasangan. Mahasiswa akan terdorong untuk berpikir, memberikan pendapat atas apa yang sudah didiskusikan. Kemudian akan dibagikan dengan mempresentasikan kepada mahasiswa lain untuk dikaji bersama.

8.  Teknologi.

Beruntungnya bagi dunia pendidikan dengan berkembangnya teknologi, maka kegiatan belajar mengajar terbantu dari berbagai sisi. Kamu dapat menggunakan teknologi yang paling sesuai dengan kuliah yang diberikan bukan sebaliknya. 

Beberapa program yang telah sering digunakan adalah Keynote, PowerPoint, video edukasi dan Moodle.

9.  Kamu tidak perlu takut saat mendapatkan masukan dari mahasiswa.

Feedback mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses menjadi dosen muda yang baik, sekaligus dapat juga menjadi masukan perbaikan di masa mendatang. Cara ini ampuh untuk digunakan agar kamu bisa menilai apakah cara yang kamu gunakan sudah benar atau belum.

Kuisioner dan survei biasanya dilakukan di akhir semester, untuk mengetahui penilaian mahasiswa terhadap peran dosen dikampus. Tetapi jangan bergantung pada kuisioner saja. Kadang kamu perlu bertanya secara langsung “Apa yang kalian pikirkan tentang video ini?” atau “Bagaimana menurut kalian diskusi ini?”.

10. Akhir perkuliahan yang tidak kalah pentingnya.

Biasakan mengakhiri perkuliahan dengan cara yang terstruktur. Kamu bisa gunakan untuk me-review materi dan memberikan informasi terkait materi yang selanjutnya akan dibahas.

Hal ini penting untuk mengingatkan mahasiswa tentang poin-poin penting materi saat itu. Akhir perkuliahan juga cocok untuk bertanya kepada mahasiswa serta mengumpulkan feedback dari mahasiswa.

Tidak ada yang lebih penting dari beberapa tips di atas, jika tidak pernah dipraktekan. Jangan tunda untuk jadi dosen muda terbaik! Mulailah dari sekarang juga.

Sumber: https://www.duniadosen.com/10-tips-sukses-dosen-muda/

8 Tips Menjadi Dosen Ideal Saat Mengajar Mata Kuliah



Dosen sebagai tenaga pendidik tentu punya metode tersendiri dalam pembelajarannya agar materinya bisa tersampaikan dengan baik. Profesi seorang dosen dapat dilihat tingkat profesionalitasnya dari bagaimana dia mendidik mahasiswa. Selain tugas dia sebagai peneliti, memecahkan sebuah permasalahan baru dan kemudian hasil penelitian diterapkan untuk publik.

Pengembangan ilmu pengetahuan menjadi salah satu tugas dari seorang dosen untuk nantinya bisa diajarkan kepada para mahasiswanya. Mahasiswa tentunya akan menilai apakah seorang dosen layak dalam hal pembelajaran atau tidak. Sepintar apapun seorang dosen jika metode pembelajaran yang digunakan tidak tepat maka tidak akan sampai ke mahasiswanya.

Lalu bagaimanakah dosen yang ideal dalam hal melakukan pembelajaran itu?. Apa saja yang dibutuhkan oleh seorang dosen agar materinya bisa diterima baik oleh mahasiswanya?. Simak beberapa penjelasan berikut:

1.  Memiliki gaya mengajar yang mampu merangsang belajar mahasiswanya

Seorang dosen diharapkan mampu memberikan stimulus atau rangsangan kepada para mahasiswa untuk semakin giat belajar. Mahasiswa akan lebih mudah menyerap bahan mata kuliah saat mereka dilibatkan didalamnya. Cara penyajian kuliah juga harus bisa menarik dan tidak membosankan. Terkadang menyelipkan humor disela-sela perkuliahan untuk mendapatkan perhatian mahasiswa bisa jadi salah satu alternatif.

Bukan sekedar membacakan point materi kuliah yang ada di slide powerpoint saja, tapi juga ada pembahasan mendalam disetiap poinnya hingga bisa dimengerti. Diselipkan dengan rujukan, contoh-contoh kongkret, maupun gambaran yang memperkuat materi. Bisa dikaitkan dengan kehidupan nyata para mahasiswa berdasarkan pengalaman dan kehidupan sehari-hari disekitar.

2.  Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan jelas

Komunikasi menjadi kunci bagaimana materi kuliah bisa tersampaikan dengan baik. Informasi yang didapatkan harus bisa dipahami dengan baik. Seorang dosen saat memberikan materi juga diharapkan mampu mengkaitkan teori, prinsip-prinsip, serta penerapan konsep tersebut secara praktis.

Kemampuan komunikasi seorang dosen juga dapat dilihat dari bagaimana dia mampu merumuskan tujuan belajar secara jelas dan mampu diterima oleh mahasiswa dengan baik. Saat mahasiswa menanyakan terkait materi pembelajaran juga diharapkan bisa dijawab secara lugas dan tuntas oleh seorang dosen. Selanjutnya sang dosen juga mampu memberikan umpan balik yang menarik minat mahasiswa untuk terus rajin belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

3.  Materi kuliah wajib dikuasai

Sebelum memulai perkuliahan, dosen diwajibkan memahami apa yang akan diajarkan kepada mahasiswanya. Ngga lucu kan kalo pas ditanya mahasiswanya malah ngga bisa jawab, hehe. Punya modal dalam penguasaan materi dan ilmu pengetahuan yang luas serta mendalam sangat dibutuhkan saat mengajar dalam suatu perkuliahan.

Hal pendukung yang lainnya untuk semakin mendalami bahan kuliahnya adalah dengan memiliki komitmen yang tinggi terhadap spesialisasi bidangnya, rajin menghadiri konferensi dan seminar terkait dengan bidang spesialisasi bahan ajarnya. 

Memiliki koneksi dari berbagai tempat baik didalam dan diluar kampus juga mampu mengembangkan pengetahuannya melalui sharing dan diskusi.

Saat dia mampu menghubungkan antara fakta dengan konsep-konsep bidang studinya yang berkaitan itu menjadi salah satu acuan dalam pemahaman bahan ajar perkuliahan. Selain itu juga dapat dilihat dari kemampuan menunjukkan perbedaan dan implikasi dari teori ilmu bidang tersebut.

4.  Mampu mengorganisir segala bentuk perkuliahan

Kemampuan dalam membuat perencanaan perkuliahan selama satu semester, seminggu, maupun sehari merupakan salah satu cara untuk bisa mengajar dengan baik. Diawal pertemuan pertama dalam sebuah perkuliahan biasanya seorang dosen akan memberikan silabus mata kuliah. Isinya meliputi tujuan perkuliahan, bibliografi tugas, laporan laboraturium, jadwal tes, tugas khusus, penilaian, dan sebagainya. Ini juga menjadi salah satu ajang perkenalan antara dosen dengan mahasiswa.

Dengan jam perkuliahan yang sudah ditentukan baiknya dosen mampu memanfaatkan waktu perkuliahan dengan efektif dan efisien. Untuk memudahkan mahasiswa dalam menyerap mata kuliahnya, coba garis bawahi ide-ide yang utama. 

Selain itu gunakan alat bantu beljar dengan baik seperti memanfaatkan LCD dengan baik maupun alat antu lainnya. Seorang dosen juga bisa membuatkan rangkuman yang nantinya bisa dipakai oleh para mahasiswanya untuk belajar sehingga lebih mudah untuk dipelajari dan diingat. Baik banget kalo ada dosen yang rela buatin rangkuman buat mahasiswanya.

5.  Antusisme yang tinggi ditunjukkan saat mengajar

Dosen yang menjadikan mengajar sebagai passionnya tentu akan terus merasa senang dan tertarik selam mengajar. Dia akan antusias dengan setiap mata kuliah yang dia bawakan tanpa merasa ada tekanan selama mengajar. Dia akan menunjukkan kepada mahasiswanya bahawa belajar adalah suatu kegiatan yang menyenangkan.

Dibutuhkan sikap dan pemikiran yang selalu positif dalam berkehidupan dan itu akan bisa dilihat oleh mahasiswanya dan berdampak baik dalam pengajaran. Dia akan mengabdikan dirinya untuk pembelajaran, dengan rela hati membantu mahasiswanya dalam belajar dan mengembangkan diri.

6.  Peduli kepada mahasiswa

Bukan menjadi sosok yang gila hormat tetapi dia juga menunjukkan saling menghormati kepada mahasiswanya. Dia menjadi sosok yang peduli dan siap membantu mahasiswanya saat ada kendala dalam proses pembelajaran. Dia menjadi sosok yang mau meluangkan waktunya untuk lebih mengenal mahasiswanya lebih mendalam untuk memahami kebutuhan mereka dalam pembelajaran.

Seorang dosen yang dekat dengan mahasiswa diluar jam perkuliahan akan membuka ruang antara dosen dan mahasiswa untuk saling berdiskusi. Dia tidak menjadi sosok yang terus menggurui tetapi mengarahkan mahasiswanya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang mereka tanyakan. Dia akan jadi sosok yang dekat dengan mahasiswanya dan nasihat-nasihatnya tentu akan mudah diterima oleh mahasiswanya terkait permasalahan kuliah mapun di luar jam perkuliahan.

7.  Punya keterbukaan, kreativitas, dan flesibilitas

Gaya dalam penyajian kuliah diharapkan mampu menggunakan gaya yang beragam dan tidak monoton. Biasanya dalam sekali mengajar, sang dosen membaginya kedalam tiga kegiatan yang terpisah sehingga mahasiswa tidak merasa jenuh.

Dia juga berusaha menyajikan ide-ide baru secara berkala untuk menghindari kejenuhan selama perkuliahan. Dia harus mampu membaca cara yang tepat untuk berhadapan dengan mahasiswanya, bagaimana semuanya mampu fokus kepadanya melalui metode pendekatan yang tepat.

Dosen yang baik juga adalah dosen yang mampu menerima saran dari mahasiswanya. Terkadang hal tersbut justru jadi masukan untuk metode pembelajaran meliputi tugas-tugas perkuliahan, cara pembelajaran, dan sebagainya.

8.  Kepribadian yang kuat jadi salah satu yang dibutuhkan seorang dosen

Integritas dan kejujuran dibutuhkan untuk membangun hubungan seorang dosen dengan mahasiswanya. Diawal pertemuan kuliah seorang dosen akan menjabarkan kontrak pembelajaran. Disitu dosen mengemukakan segala peraturan dan persyaratan kepada mahasiswa tanpa ada yang disembunyikan.

Dosen juga membuka kesempatan untuk membuat kesepatakan dalam hal penilaian dengan mahasiswanya. Komposisi dalam pemberian nilai tugas, absesensi, maupun ujian akhir. Dia akan berusaha konsekuen dengan apa yang telah disepakati diawal dengan para mahasiswanya. Dia juga siap untuk menerima segala resiko dan bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilanggarnya. Itulah bagaimana seorang dosen membangun kepribadian yang kuat.

Bagaimanapun caranya dalam mengajar, seorang dosen butuh kedekatan dengan mahasiswanya. Mahasiswa diharapkan selalu antusias dengan perkuliahan yang diadakan. Banyaknya perbedaan pemikiran antar mahasiswa dan dosen mampu menjadikan semuanya bisa untuk didiskusikan dan menjadi ajang saling berbagi pengetahuan.

Saat mahasiswa bisa menyerap materi kuliah dengan baik tentu ada kepuasan tersendiri untuk para dosen.

Sumber:https://www.duniadosen.com/8-tips-menjadi-dosen-ideal-saat-mengajar-mata-kuliah/

Comments system

Disqus Shortname